![]() |
Program bakti sosial menghadirkan layanan kesehatan gratis, bantuan sembako, dan dukungan pendidikan bagi masyarakat. |
Kegiatan tersebut melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAHN Mpu Kuturan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAHN Mpu Kuturan, Tim Sosial Fakultas Kedokteran, dan Program Studi Keperawatan STIKES. Sinergi lintas sektor ini dihadirkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendekatan sosial, kesehatan, dan pendidikan.
Sebagai mitra utama, Yayasan Ekadanta Balidwipa turut mendukung pelaksanaan program, mulai dari koordinasi hingga penyaluran bantuan sosial. Sebanyak 33 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan, disertai layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diprioritaskan bagi masyarakat lanjut usia. Selain itu, panitia juga menyerahkan bantuan buku sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan di desa tersebut.
Tidak hanya berfokus pada bantuan material, EduCare 2026 juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan, mempererat solidaritas sosial, serta meningkatkan kesadaran terhadap pendidikan sebagai bekal masa depan.
Babinsa Desa Tunjung, Made Ardana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sangat membantu, khususnya bagi kelompok lansia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Ekadanta Balidwipa bersama IAHN Mpu Kuturan atas perhatian yang diberikan kepada warga Desa Tunjung. Kehadiran program ini memberikan manfaat yang nyata, terutama melalui layanan kesehatan dan bantuan sosial. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau wilayah lainnya,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Tunjung, Edi. Ia menilai EduCare menjadi contoh kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat di berbagai bidang sekaligus.
“Program ini tidak hanya memberikan bantuan sosial dan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan melalui bantuan buku. Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III IAHN Mpu Kuturan, Dr. I Nyoman Miarta Putra, S.Ag., M.Ag., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang menghubungkan teori dengan kondisi nyata di masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan empati, membangun kepedulian sosial, dan menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung. Kolaborasi dengan Yayasan Ekadanta Balidwipa memberikan pengalaman berharga dalam membentuk karakter mahasiswa sebagai agen perubahan,” jelasnya.
Ketua LPPM IAHN Mpu Kuturan, Dr. Ida Bagus Putu Eka Suadnyana, S.H., M.Fil.H., menambahkan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga sosial mampu menghadirkan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, kami berharap EduCare dapat menjangkau lebih banyak desa sebagai bagian dari semangat Kemenag Berdampak,” katanya.
Melalui EduCare 2026, Yayasan Ekadanta Balidwipa kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang membawa manfaat bagi masyarakat yang lebih luas di Bali.









Social Plugin