Kebun Raya Eka Karya Bali Turut Sukseskan Gerakan Penanaman 1.000 Pohon di Nuanu Creative City

 

Melalui kontribusi 100 tanaman konservasi, Kebun Raya Eka Karya Bali
memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem di Bali.

TABANAN, IKLIKBALI - Kebun Raya Eka Karya Bali mengambil bagian dalam program “Penanaman 1.000 Pohon” yang diadakan Nuanu Creative City pada Selasa, (26 /5)

 Pada kegiatan tersebut, Kebun Raya Eka Karya Bali memberikan kontribusi berupa 100 tanaman sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penghijauan dan pelestarian lingkungan di Bali.

Kegiatan ini menjadi langkah kolaboratif berbagai pihak dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem, meningkatkan kualitas lingkungan, serta menciptakan kawasan hijau yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

East Deputy of Horticulture Kebun Raya, Hadhiyyah N. Cahyono, menyampaikan bahwa upaya menjaga lingkungan memerlukan keterlibatan bersama dan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak. Menurutnya, gerakan penanaman pohon ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap keberlangsungan alam dan keseimbangan ekosistem.

“Melalui kontribusi 100 tanaman pada kegiatan ini, Kebun Raya Eka Karya Bali berharap dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga konservasi, sektor swasta, dan masyarakat untuk menghadapi tantangan perubahan iklim maupun degradasi lingkungan. Sebagai lembaga konservasi tumbuhan di Bali, Kebun Raya Eka Karya Bali terus menjalankan perannya melalui lima pilar utama, yakni konservasi, edukasi, penelitian, wisata alam, dan jasa lingkungan.

Sementara itu, Branch Manager Kebun Raya Eka Karya Bali, I Dewa Putu Pasnadi Putra, mengatakan bahwa keterlibatan pihaknya dalam program tersebut merupakan implementasi nyata dari pilar konservasi dan jasa lingkungan yang menjadi fokus pengembangan Kebun Raya Eka Karya Bali.

“Dalam kegiatan penanaman 1.000 pohon, Kebun Raya Eka Karya Bali menyumbangkan tiga jenis tanaman yaitu tanaman Dysoxylum densiflorum (Majegau), Antidesma bunius (Buni) dan Magnolia champaca (Cempaka),” ungkapnya.

Ia menerangkan bahwa Majegau merupakan tanaman dari famili Meliaceae yang penyebarannya meliputi wilayah Asia Tenggara hingga Filipina. Di Bali, tanaman ini memiliki nilai penting karena digunakan dalam sarana upacara agama Hindu serta dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Majegau diketahui memiliki kandungan antibakteri dan sitotoksik yang bermanfaat secara medis. Sementara itu, Buni yang termasuk dalam famili Phyllanthaceae banyak ditemukan di kawasan tropis dan subtropis. Tanaman ini dimanfaatkan untuk membantu mengatasi rematik, pneumonia, gangguan pencernaan dan metabolisme, serta membasmi cacing gelang dan cacing kremi.

Daun Buni juga mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang memiliki manfaat sebagai antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, serta membantu proses sintesis kolagen.

Selain itu, Magnolia champaca atau cempaka kuning merupakan tanaman dari famili Magnoliaceae yang berasal dari India dan tersebar luas di kawasan Indo-Cina hingga Asia Tenggara. Tanaman ini dikenal memiliki kandungan antioksidan, antibakteri, antimalaria, dan digunakan dalam pengobatan tradisional berbagai penyakit.

Di Bali, bunga cempaka juga dimanfaatkan sebagai sarana persembahyangan dan pelengkap upacara adat.

“Melalui kegiatan penanaman 1.000 pohon tentunya Nuanu dan Kebun Raya Eka Karya Bali berharap inisiatif ini dapat menjadi warisan ekologis yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi keseimbangan alam di Nuanu Creative City,” ujarnya.

Penanaman Majegau, Buni, dan Cempaka di kawasan Nuanu Creative City diyakini dapat mendukung konservasi keanekaragaman hayati sekaligus menjaga nilai budaya dan tradisi masyarakat Bali secara berkelanjutan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menginspirasi berbagai pihak agar semakin peduli terhadap lingkungan, sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan sektor pariwisata dan industri kreatif dapat berjalan seiring dengan komitmen pelestarian alam.