![]() |
| Lepas Tukik dan Burung Titiran, PDI Perjuangan Tegaskan Komitmen Jaga Kelestarian Alam dalam Bulan Bung Karno 2026 |
Kegiatan diikuti anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali, DPRD Kabupaten Buleleng, jajaran pengurus DPC, PAC se-Kabupaten Buleleng, ranting dan anak ranting se-Kecamatan Gerokgak, tokoh masyarakat, kepala desa, kelian desa adat, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum.
Aksi lingkungan diawali dengan pelepasan 50 ekor burung titiran, dilanjutkan pelepasan 50 ekor tukik dan penanaman 200 pohon mangrove secara simbolis di kawasan pesisir Sumberkima. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung penuh semangat gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan ekosistem laut.
Momentum kegiatan tersebut juga bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga, hari suci umat Hindu yang dimaknai sebagai momentum memuliakan tumbuh-tumbuhan serta menjaga keharmonisan alam semesta. Hal tersebut memperkuat makna spiritual sekaligus ekologis dari Gerakan Merawat Pertiwi.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi gerakan ideologis partai dalam menjaga bumi sebagai sumber kehidupan rakyat.
“Dalam rangka Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Merawat Pertiwi melalui penanaman mangrove dan pelepasan tukik di kawasan pesisir Sumberkima. Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan habitat laut,” ujar politisi asal Gerokgak tersebut.
Ia menjelaskan, penanaman mangrove memiliki manfaat besar bagi lingkungan, mulai dari mencegah abrasi pantai, menjaga ekosistem pesisir, hingga membantu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen bagi masyarakat.
“Penanaman mangrove bukan sekadar simbolis, tetapi bagian dari upaya nyata mengurangi abrasi pantai sekaligus menjaga kualitas udara. Mangrove memiliki manfaat besar dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen yang baik bagi masyarakat,” jelas Ngurah Arya.
Lebih lanjut, Arya menegaskan bahwa PDI Perjuangan ingin terus hadir sebagai partai yang merawat bumi dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup untuk generasi mendatang.
“Kami ingin menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan selalu hadir untuk merawat pertiwi, menjaga alam, dan memastikan lingkungan tetap lestari untuk generasi mendatang. Oksigen yang dihasilkan mangrove nantinya tidak hanya dirasakan oleh yang menanam, tetapi oleh seluruh masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, Gerakan Merawat Pertiwi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan keharmonisan hubungan manusia dengan alam. Gerakan tersebut dinilai sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menempatkan alam Bali sebagai ruang kehidupan yang sakral dan wajib dijaga keberlanjutannya secara sekala maupun niskala.
Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan implementasi gagasan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang selama ini konsisten menempatkan isu lingkungan hidup sebagai bagian penting dari perjuangan ideologis bangsa.
Untuk tahap awal, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng menargetkan penanaman sekitar 200 pohon mangrove di kawasan pesisir Sumberkima. Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penanaman semata, tetapi berlanjut pada perawatan berkelanjutan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan hidup di masa depan.






0 Komentar