Teja Fest 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Kreativitas dan Pelestarian Budaya di Tejakula

Mengusung tema “Teja Nawasena”, festival tahunan ini memperkuat sinergi budaya, kreativitas, dan ekonomi masyarakat menuju Tejakula yang lebih maju

.SINGARAJA, IKLIKBALI - Semangat kebersamaan dan optimisme masyarakat Tejakula tercermin dalam pembukaan Tejakula Festival (Teja Fest) 2026 yang digelar di Lapangan Teja Harum, Desa Tejakula, Jumat (29/5). Festival yang menjadi agenda tahunan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng dan unsur Forkopimda.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan Ketungan Khas Tejakula, sebuah tradisi yang menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang menampilkan kekayaan seni, budaya, serta potensi ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Tahun ini, Teja Fest mengusung tema “Teja Nawasena”, yang menggambarkan semangat baru masyarakat Tejakula dalam menatap masa depan. Tema tersebut menjadi simbol harapan, kemajuan, dan tekad untuk terus berkembang dengan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Festival ini tidak hanya menjadi panggung bagi pelaku seni dan budaya untuk menampilkan kreativitasnya, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk-produk unggulan masyarakat. Berbagai pertunjukan seni tradisional, pameran UMKM, hingga kegiatan yang melibatkan generasi muda menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas.

Dalam sambutannya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa Teja Fest memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan antara pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi masyarakat.

"Teja Fest bukan sekadar festival budaya, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, tradisi, dan semangat pembangunan masyarakat. Melalui semangat Teja Nawasena, kita ingin menumbuhkan optimisme masyarakat Tejakula untuk terus berkarya, melestarikan budaya, serta memanfaatkan potensi ekonomi kreatif yang dimiliki sebagai kekuatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat." ungkap Bupati Sutjidra

Menurutnya, keberadaan festival semacam ini penting untuk menjaga eksistensi budaya daerah di tengah perkembangan zaman sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Bupati Sutjidra juga berharap Teja Fest dapat terus berkembang dan menjadi salah satu agenda unggulan Kabupaten Buleleng yang mampu menarik perhatian masyarakat luas serta mendorong partisipasi generasi muda dalam menjaga warisan budaya daerah.

"Pemerintah Kabupaten Buleleng akan terus mendukung kegiatan-kegiatan kreatif berbasis budaya seperti Teja Fest karena memiliki dampak positif terhadap pelestarian budaya, penguatan identitas daerah, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat," tegasnya.

Melalui penyelenggaraan Teja Fest 2026, Kecamatan Tejakula menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah melalui penguatan budaya dan kreativitas. Festival ini diharapkan menjadi penggerak lahirnya berbagai inovasi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kreatif yang berakar pada kearifan lokal.