![]() |
| Pemerintah pusat bersama Pelindo mengkaji pengembangan fasilitas pelabuhan untuk mendukung operasional kapal Ro-Ro dan mengurangi kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. |
SINGARAJA, IKLIKBALI – Pelabuhan Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, berpeluang menjadi pintu masuk baru bagi layanan penyeberangan di Bali. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) tengah mempersiapkan kajian menyeluruh guna meningkatkan fungsi pelabuhan tersebut sebagai penunjang mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, melakukan peninjauan lapangan ke kawasan Pelabuhan Celukan Bawang pada Kamis (9/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, sejumlah fasilitas pelabuhan mulai dipetakan untuk mendukung operasional kapal roll on-roll off (Ro-Ro), termasuk optimalisasi Dermaga Plengsengan dan Dermaga 3.
Pengembangan ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan yang kerap terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, terutama pada musim mudik dan libur nasional. Berdasarkan evaluasi pemerintah, antrean kendaraan pada momentum tertentu bahkan pernah mencapai puluhan kilometer.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah terus mencari solusi untuk mengurai kepadatan di jalur penyeberangan utama Bali–Jawa.
“Pemerintah terus mencari solusi untuk mengatasi kepadatan yang terjadi di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pemanfaatan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai jalur alternatif guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Dudy.
Ia menjelaskan, Pelabuhan Celukan Bawang memiliki karakteristik perairan yang mendukung operasional kapal Ro-Ro. Selain itu, kawasan pelabuhan juga dinilai masih memiliki ruang yang dapat difungsikan sebagai buffer zone atau area penyangga kendaraan.
“Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan pengelolaan yang terintegrasi, kami berharap pelayanan transportasi dapat berjalan lebih efektif, sementara pergerakan kendaraan menjadi lebih tertib dan aman,” tambahnya.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, menuturkan bahwa Pelabuhan Celukan Bawang sebelumnya difokuskan untuk mendukung sektor energi. Namun, kebutuhan transportasi yang terus berkembang membuka peluang pemanfaatan pelabuhan untuk kepentingan yang lebih luas.
“Pelindo siap mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang. Selain memperkuat layanan logistik, pengembangan ini juga diharapkan mampu membuka akses penyeberangan baru yang bermanfaat bagi masyarakat Bali dan wilayah sekitarnya,” kata Achmad.
Saat ini, kajian teknis masih disusun sebagai dasar penetapan tahapan pembangunan dan kesiapan operasional pelabuhan di wilayah Bali utara tersebut.









Social Plugin