Pembinaan Atlet PASI Buleleng Berbuah Prestasi, Dua Medali Diraih di O2SN Bali 2026


Kadek Tata Hedriayana dipastikan mewakili Bali pada O2SN tingkat nasional, sementara PASI Buleleng menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan atlet menuju Porprov dan Pra PON 2027.

SINGARAJA, IKLIKBALI
– Kerja keras Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Buleleng dalam membina atlet usia muda mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Provinsi Bali 2026, kontingen Buleleng berhasil mengukir prestasi dengan meraih satu medali emas dan satu medali perunggu.

Tak hanya itu, keberhasilan tersebut juga mengantarkan salah seorang atlet Buleleng menjadi wakil Provinsi Bali pada O2SN tingkat nasional.

Ajang O2SN cabang atletik digelar pada Kamis (2/7) di dua lokasi berbeda. Nomor lari 60 meter dan tolak peluru dipertandingkan di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, sedangkan nomor lompat jauh berlangsung di Lapangan Niti Mandala Renon.

Pelatih PASI Buleleng, Ketut Adhyatma Sudarshana, menjelaskan bahwa kontingen Buleleng menurunkan empat atlet, terdiri atas dua atlet tingkat sekolah dasar dan dua atlet tingkat sekolah menengah pertama.

Untuk kategori SMP, para peserta mengikuti nomor tri lomba yang mengombinasikan lari 60 meter, lompat jauh, serta tolak peluru. Hasil akhir ditentukan melalui akumulasi poin dari ketiga nomor tersebut.

"Dalam kejuaraan ini seluruh atlet bersaing dengan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Persaingan memang sangat ketat," kata Adhyatma.

Ia menyebut persaingan berlangsung sengit karena hampir seluruh daerah mengirimkan atlet-atlet terbaiknya. Di sektor putra, Denpasar dan Badung menjadi lawan yang cukup dominan, sedangkan kategori putri diwarnai persaingan ketat dengan atlet dari Badung dan Bangli.

Meski demikian, atlet-atlet Buleleng mampu memberikan penampilan terbaik. Kadek Tata Hedriayana, siswa SMP Negeri 2 Kubutambahan asal Desa Mengening, sukses meraih medali emas sekaligus memastikan diri tampil pada O2SN tingkat nasional sebagai wakil Bali.

Sementara itu, Komang Trisna Septi Priyani, siswi SMP Negeri 2 Kubutambahan asal Desa Tamblang, turut mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Buleleng.

Adhyatma mengatakan pencapaian tersebut menjadi motivasi besar bagi tim pelatih untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Ia menilai masih diperlukan evaluasi menyeluruh agar atlet mampu tampil lebih maksimal di level nasional."Prestasi ini tentu membanggakan, tetapi masih banyak kekurangan dan kelemahan yang harus ditingkatkan sebagai persiapan menuju tingkat nasional. Kami bersyukur dengan hasil ini, namun tidak boleh cepat puas atau terlalu santai karena masih ada event selanjutnya yang harus dihadapi," ujarnya.

Menurutnya, hasil yang diraih tahun ini menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan penyelenggaraan O2SN sebelumnya, saat Buleleng belum berhasil membawa pulang medali."Tahun ini peningkatannya sangat jauh. Tahun lalu kami belum memperoleh medali, sekarang bisa meraih emas dan perunggu. Ini menjadi motivasi agar pembinaan terus ditingkatkan," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, PASI Buleleng akan terus mengembangkan pembinaan atlet pelajar bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng. Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk regenerasi atlet, tetapi juga sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Bali dan Pra Kualifikasi PON 2027.Harapan kami, semakin banyak talenta atlet putra dan putri Buleleng yang lahir dan mampu bersaing menjadi wakil daerah hingga tingkat provinsi maupun nasional," harap Adhyatma.

Ketua Umum PASI Buleleng, Kadek Setiawan, menilai keberhasilan yang diraih atlet merupakan hasil dari sinergi seluruh elemen organisasi. Menurutnya, prestasi tidak hanya lahir dari latihan, tetapi juga dari kekompakan, komunikasi yang baik, dan perhatian terhadap kesejahteraan atlet.

Ia menegaskan bahwa PASI Buleleng akan terus mengedepankan pembinaan yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia, sehingga para atlet dapat berkembang tanpa mengabaikan hak-haknya.

"Kebersamaan di PASI Buleleng sangat luar biasa. Kami berkomitmen mencetak bibit-bibit atlet berprestasi. Yang paling penting adalah memanusiakan atlet. Atlet jangan sampai dikorbankan. Mereka harus mendapat perhatian, termasuk pemberian reward kepada atlet maupun pengurus yang telah bekerja keras," tegasnya.

Selain pembinaan, PASI Buleleng juga berharap adanya peningkatan fasilitas olahraga di Stadion Mayor Metra, seperti penambahan lampu penerangan dan perbaikan area latihan. Dukungan sarana yang memadai diyakini akan semakin mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Buleleng di berbagai ajang olahraga.