HKB 2026 di Seririt, Ribuan Warga Ikuti Simulasi Evakuasi Bencana

Pemkab Buleleng Tingkatkan Kesadaran dan Kemampuan
Masyarakat Hadapi Potensi Gempa dan Tsunami

SINGARAJA, IKLIKBALI – Sebanyak 1.040 warga Kecamatan Seririt mengikuti simulasi kebencanaan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi potensi bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami. Minggu, (26/4)

Simulasi melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan kebencanaan, pelajar, hingga masyarakat umum. Seluruh peserta mengikuti rangkaian simulasi evakuasi mandiri dan penanganan keadaan darurat dengan tertib dan penuh antusiasme.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat, terutama bagi wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana di Kabupaten Buleleng.

Dalam simulasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi maupun tsunami, mulai dari mengenali tanda bahaya, menentukan jalur evakuasi, hingga menuju titik kumpul aman.

Pemerintah Kabupaten Buleleng menilai kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko korban jiwa maupun dampak kerugian saat terjadi bencana. Karena itu, edukasi dan simulasi kebencanaan dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Selain simulasi evakuasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi mitigasi bencana, pengecekan jalur evakuasi, serta edukasi penggunaan perlengkapan keselamatan dasar kepada masyarakat dan pelajar.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Warga berharap simulasi seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin agar masyarakat semakin memahami langkah cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat kebencanaan.

Melalui peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap mampu membentuk masyarakat yang lebih tangguh, sigap, dan memiliki kemampuan evakuasi mandiri dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayahnya.

Posting Komentar

0 Komentar