| Pemkab Buleleng Revitalisasi Puluhan Sekolah dan Perkuat Program Pendidikan untuk Dukung Deklarasi Kota Pendidikan |
Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa pelaksanaan BEE menjadi momentum awal membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas sekaligus memperkuat identitas Singaraja sebagai pusat pendidikan di wilayah Bali Utara.
“Langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas sekaligus memperkuat identitas Singaraja sebagai pusat pendidikan di Bali Utara,” ujarnya.
Menurutnya, konsep BEE terinspirasi dari filosofi lebah yang identik dengan kerja keras dan mampu menghasilkan madu yang bermanfaat bagi kehidupan. Filosofi tersebut diharapkan dapat menjadi semangat bersama dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng.
“Lebah itu pekerja keras tetapi bisa menghasilkan madu sebagai nutrisi yang sangat baik. Itu filosofinya. Ini menjadi awal dari rencana kita mendeklarasikan Singaraja sebagai kota pendidikan,” kata Sutjidra.
Ia menegaskan, deklarasi Singaraja sebagai kota pendidikan tidak cukup hanya menjadi slogan, namun harus didukung kesiapan infrastruktur pendidikan, regulasi, dan kajian akademis yang matang. Untuk itu, Pemkab Buleleng akan menggelar focus group discussion (FGD) bersama akademisi dan psikolog guna menyusun kajian pengembangan kota pendidikan.
“Pada saat deklarasi dan implementasi nanti, Buleleng betul-betul menjadi tempat anak-anak mendapatkan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK sampai perguruan tinggi,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Buleleng tahun ini melaksanakan revitalisasi terhadap 80 sekolah yang mengalami kerusakan berat. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 59 sekolah.
“Ada sekolah yang bocor, tidak punya pintu, kalau hujan kehujanan dan kalau angin kedinginan. Itu yang kita prioritaskan untuk ditangani,” ungkap Bupati asal Desa Bontihing tersebut.
Selain revitalisasi sekolah, Pemkab Buleleng juga melanjutkan program bantuan seragam gratis bagi siswa kurang mampu, termasuk anak yatim piatu. Program tersebut diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan semangat belajar siswa.
“Paling tidak anak-anak yang malu ke sekolah karena tidak punya seragam, tas, atau sepatu bisa kita tangani. Dengan pemberian seragam ini mereka lebih bersemangat datang ke sekolah,” pungkasnya.





0 Komentar