STIKes Buleleng Lepas 146 Lulusan Kesehatan, Puluhan Alumni Berkarier di Jepang

Akreditasi Unggul dan Fasilitas Modern Jadi Modal STIKes Buleleng Cetak Tenaga Medis Siap Bersaing Global


SINGARAJA, IKLIKBALI– Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Buleleng kembali menorehkan kontribusi dalam dunia pendidikan kesehatan dengan mewisuda sebanyak 146 lulusan pada Wisuda XVI Program Studi Sarjana Keperawatan, Profesi Ners, dan Profesi Bidan yang berlangsung di STIKes Buleleng Convention Center, Selasa (26/5).

Ratusan lulusan tersebut kini dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja sebagai tenaga kesehatan profesional yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga internasional.

Ketua STIKes Buleleng, I Made Sundayana, menjelaskan bahwa kampus terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia berkualitas melalui penguatan kompetensi akademik maupun keterampilan praktis mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa selama masa pendidikan tidak hanya memperoleh teori di ruang kelas, namun juga dibekali berbagai pelatihan, workshop, hingga pengembangan kemampuan tambahan guna meningkatkan daya saing setelah lulus.

“Kami terus mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kualitas SDM dan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja. Kami sudah mempersiapkan mereka agar setelah lulus dapat langsung bekerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingkat penyerapan alumni STIKes Buleleng tergolong tinggi. Bahkan sejumlah rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan secara langsung mengirimkan permintaan tenaga lulusan profesi Ners dan Bidan kepada pihak kampus.

Selain itu, peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan melalui penguatan budaya kualitas akademik. Hal tersebut dibuktikan dengan raihan akreditasi unggul selama lima tahun untuk Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners.

“Inovasi yang terus kami lakukan adalah memperkuat budaya mutu pendidikan. Program Studi S1 Keperawatan dan Ners sudah memperoleh akreditasi unggul, sementara program studi lainnya juga terus diarahkan menuju capaian yang sama,” jelasnya.

Tidak hanya dari sisi akademik, pembaruan fasilitas pembelajaran juga terus dilakukan. Laboratorium hingga sarana praktik mahasiswa kini disesuaikan dengan standar pelayanan rumah sakit modern sehingga mahasiswa lebih siap ketika memasuki dunia kerja.

Menariknya, alumni STIKes Buleleng kini mulai banyak menembus pasar kerja luar negeri. Hingga saat ini tercatat sebanyak 68 lulusan telah bekerja di Jepang dan tersebar di sejumlah wilayah seperti Tokyo dan Hiroshima.

“Alumni yang bekerja di Jepang sering kembali memberikan motivasi dan berbagi pengalaman kepada adik tingkatnya sehingga semakin banyak mahasiswa tertarik berkarier di luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Sucipto, menyampaikan apresiasi terhadap peran STIKes Buleleng dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Buleleng.

Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap STIKes Buleleng tetap berpedoman pada Tri Dharma Perguruan Tinggi serta mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, namun juga memiliki kepedulian sosial dan empati terhadap masyarakat.