Rakornas KKP 2026 Jadi Momentum Buleleng Optimalkan Potensi Kelautan dan Perikanan

Wakil Bupati Gede Supriatna menyebut sinergi dengan pemerintah pusat menjadi
langkah strategis mempercepat pembangunan kawasan pesisir dan
meningkatkan kesejahteraan nelayan.

JAKARTA, IKLIKBALI – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memantapkan komitmennya dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, bersama Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, 2–3 Juli 2026, di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat.

Rakornas mengusung tema "Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Mendukung Swasembada Pangan" sebagai bentuk penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyukseskan berbagai program strategis di sektor kelautan dan perikanan.

Selain menjadi forum koordinasi, Rakornas juga menjadi ruang diskusi untuk menyamakan persepsi terhadap pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional agar mampu memberikan dampak nyata bagi daerah. Pada hari kedua, para peserta mengikuti sejumlah desk pembahasan, di antaranya Desk Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Desk Budi Daya Tematik KNMP, Desk Pergaraman, serta Desk Rehabilitasi Bencana Sumatera.

Dalam agenda tersebut, Wakil Bupati Gede Supriatna bersama Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng secara khusus mengikuti pembahasan mengenai pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih dan budi daya tematik. Kedua program tersebut dinilai sejalan dengan potensi wilayah pesisir Buleleng yang memiliki sumber daya kelautan dan perikanan cukup besar untuk terus dikembangkan.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan bahwa keikutsertaan Kabupaten Buleleng dalam Rakornas merupakan bagian dari upaya mempercepat sinkronisasi program pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.

"Forum ini memberikan banyak masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang lebih terarah. Kami ingin memastikan setiap program nasional dapat diterapkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan Kabupaten Buleleng, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh nelayan, pembudidaya ikan, pelaku usaha perikanan, hingga masyarakat pesisir secara luas," ujar Supriatna.

Ia menambahkan, Buleleng memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah yang mampu mendorong peningkatan produksi perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor dan dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, penguatan kelembagaan, serta peningkatan daya saing sektor kelautan dan perikanan.

Pemerintah Kabupaten Buleleng pun optimistis hasil Rakornas KKP Tahun 2026 akan menjadi pijakan dalam memperkuat implementasi berbagai program strategis di daerah. Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sektor kelautan dan perikanan diharapkan mampu berkembang lebih maju, berkelanjutan, serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat Buleleng.